Asal Usul Penindasan Perempuan
Penindasan perempuan setua masyarakat berkelas, dan cara mengakhiri penindasan perempuan adalah mengakhiri masyarakat berkelas itu sendiri.
Penindasan perempuan setua masyarakat berkelas, dan cara mengakhiri penindasan perempuan adalah mengakhiri masyarakat berkelas itu sendiri.
Rezim kapitalis Prabowo-Gibran telah menjadi penghambat perjuangan hak-hak perempuan dan rakyat. Mereka semuanya harus digulingkan.
Kapitalisme, yang diklaim membawa kemajuan, justru menjadi akar penyebab perang sepanjang sejarah, memicu konflik dari Perang Dunia hingga krisis kontemporer demi perebutan sumber daya.
Pemerintah kapitalis Xanana Gusmão, dengan kebijakan yang mengutamakan proyek infrastruktur dan kapital asing, telah membiarkan rakyat Timor-Leste menderita akibat DBD, menjadikan mereka korban pembunuhan sosial.
Dalam pertambangan nikel, negara tidak hanya mengatur, tetapi juga memfasilitasi kepentingan kapitalis.
Tragedi seorang anak SD yang bunuh diri karena tak mampu membeli perlengkapan sekolah mengungkap kemiskinan struktural dan kegagalan sistem kapitalisme serta negara dalam menjamin kebutuhan dasar kelas pekerja.
Ada ketidakpercayaan terhadap ekonomi Indonesia. Kondisi bursa ini merupakan yang terendah setelah sempat runtuh pada 1998.
Bagi kaum buruh di seluruh dunia, tidak ada yang patut dirayakan dari persaingan sengit antara Washington dan Beijing. Baik imperialisme AS maupun Tiongkok sama-sama beroperasi di atas logika kapitalisme.
Perdamaian sejati tidak lahir dari dominasi sepihak, tidak dibangun dari perlucutan sepihak tanpa pengakuan hak politik, dan tidak akan pernah tumbuh bila hak menentukan nasib sendiri rakyat Palestina tidak menjadi pusat setiap perundingan.
Marxisme mengajukan bahwa pembebasan perempuan tidak hanya berfokus pada pemberantasan diskriminasi, tetapi juga pada perubahan struktural dalam kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Proses pembebasan ini memerlukan transformasi mendalam dalam kondisi material.