facebooklogocolour

Surat TerbukaBeberapa bulan yang lalu, beredar tuduhan bahwa Militan (Perhimpunan Sosialis Revolusioner) terlibat dalam perpecahan yang terjadi di dalam tubuh Lingkar Studi Sosialis di Jogja, 2 tahun yang lalu, sekitar Mei-Juli 2018. PSR dituduh oleh Mahendra, selaku pemimpin LSS dan Perserikatan Sosialis, melakukan “penggerogotan”, “penggembosan”, “pemecah-belahan”, dan “manipulasi”.

Pada 20 September 2020, ini yang dilontarkan oleh Mahendra di Facebook:

“Dua tahun lalu PSR (Militan waktu itu namanya) lewat Raymondo R I T bukan saja berupaya memecah LSS, namun juga menggembosi LSS. Walau PSR selalu mengelak bahwa si Raymondo R I T pada saat itu bukan anggota Militan ... terdapat persoalan atau sentimen personal, kemudian dibungkus dengan berbagai macam teori untuk membuat pengelompokan atau klik. Pengelompokan itu kemudian bekerja di dalam LSS untuk memecah belah. Mereka bahkan pada saat itu bertindak begitu jauh dengan mengumpulkan dan berupaya mengkonsolidasikan semua orang yang punya persoalan atau sentimen personal dengan LSS.”

Ini adalah tuduhan yang serius.

Kami tahu rumor di atas sudah disemai selama 2 tahun terakhir, terutama disebar di kalangan LSS dan KPO-PRP (nama PS pada saat itu). Namun kami tidak menggubrisnya karena kami tahu ini tidak benar. Militan tidak pernah memiliki kebijakan menggembosi organisasi Kiri lain dengan metode-metode intrik yang tidak prinsipil. Selain itu, tidak ada anggota Militan yang terlibat di dalamnya, sehingga tuduhan ini kami anggap badai di secangkir kopi, tidak menyangkut kami, dan tidak relevan bagi kerja dan prioritas kami. Tetapi badai dalam secangkir kopi pun bila dibiarkan terus terjadi dapat mengganggu kedamaian kami yang ingin bisa menikmati kopi dengan tenang. Sehingga, kami merasa perlu menerbitkan klarifikasi resmi ini dan membantah rumor tidak bertanggung jawab ini.

Beban pembuktian adalah tanggung jawab pihak yang menuduh. Tetapi tidak pernah ada bukti, kecuali tuduhan semata, dengan insinuasi tanpa-basis. Oleh karenanya, kami menyatakan dalam surat terbuka ini:

1) PSR tidak pernah memiliki strategi menyusup, menggembosi, dan memecah belah LSS atau PS dengan metode intrik. Ini bukan metode atau tradisi PSR dan Internasional kami. Sejak awal kami dibentuk, kami selalu memerangi tradisi intrik, perkoncoan, dan serangan pribadi yang kental dalam gerakan.

2) Individu Raymondo R I T yang terseret ke dalam drama LSS/Alternatif ini sudah bukan anggota ketika ini terjadi. Ray mengutarakan niatnya untuk berhenti dari Militan pada awal Mei 2018, dan pada Juni 2018 resmi diproses keluar dari daftar anggota. Drama perpecahan LSS/Alternatif berlangsung Mei-Juli 2018. Pada Mei 2018, walau secara de jure Ray masih ada di daftar anggota Militan, tetapi secara de fakto dia sudah bukan anggota. Ray bergabung kembali ke PSR setahun kemudian pada Februari 2019.

3) Raymondo R I T sendiri pada saat itu telah melakukan klarifikasi secara pribadi kepada Mahendra bahwa Militan tidak ada sangkut pautnya dengan perpecahan LSS/Alternatif, bahwa dia terlibat di dalam kelompok Alternatif dalam kapasitas individu. Dia juga telah secara pribadi menyampaikan permintaan maaf pada Mahendra dan LSS. Dia juga telah meminta maaf pada Militan/PSR karena lewat tindakannya telah mencemarkan nama baik organisasi, dan dia telah diingatkan bahwa tidak ada tempatnya dalam PSR untuk metode intrik, perkoncoan, dan rumor. PSR memenangkan orang lewat gagasan revolusioner kami.

4) Tidak ada bukti sama sekali yang bisa diberikan oleh Mahendra bahwa Militan secara organisasi terlibat secara aktif melakukan pemecah-belahan LSS/Alternatif. Bila ada bukti nyata dan konkret bahwa Ray melakukan ini sebagai perwakilan Militan, adalah inspirator utama perpecahan ini, penggagas kelompok tandingan Alternatif, penyebar intrik dan menggunakan metode-metode tidak prinsipil, yang dengan mengatasnamakan Militan lalu melakukan perekrutan terhadap anggota-anggota di sana, maka kami selaku organisasi punya tanggung jawab untuk meminta maaf atas tindakan Ray yang tidak sesuai dengan metode dan tradisi organisasi kami.

Kami sendiri tidak tertarik merekrut orang untuk masuk ke organisasi kami hanya karena mereka punya “sentimen personal” dengan organisasi mereka sebelumnya, karena ini bukanlah rekrut yang berkualitas. Dengan rekrut seperti ini, organisasi akan ambruk. Rekrut hanya bisa dimenangkan lewat gagasan revolusioner, bukan dengan memainkan “sentimen personal”.

5) Kami katakan Ray “terseret” (atau ikut-ikutan) ke dalam masalah internal LSS/Alternatif, karena tokoh utama yang mendirikan Alternatif adalah Fajar (Fajar adalah anggota LSS saat itu yang membentuk organisasi tandingan Alternatif dengan menarik sejumlah anggota LSS lainnya). Ironisnya, individu ini sudah tidak lagi dalam gerakan dan sementara kita-kita yang masih dalam gerakan tetap saling gunjing karena ulah individu yang jelas sudah tidak lagi relevan.

Harapan kami, dengan surat terbuka ini, kedua organisasi bisa meluruskan kesalahpahaman yang ada dan membina hubungan baik. Maka dari itu, kami mengundang kepemimpinan PS untuk duduk bersama dan mendiskusikan ini secara dewasa. Tetapi sayangnya, dari yang kami lihat lewat statemen-statemen publik Mahendra, dia sepertinya sudah mencapai kesimpulan kalau kami “mengelak”, yang berarti menuduh kami berbohong. Tidak ada bukti dari pihak penuduh, selain keyakinan diri sendiri akan versi yang ingin dipercayanya. Bila demikian, maka kami sayangkan ini berakhir menjadi kontestasi siapa percaya siapa. Tetapi undangan untuk rekonsiliasi masih kami buka.

Kami yakin kebenaran ada di pihak kami, karena selama lebih dari 10 tahun organisasi kami aktif tidak ada preseden ataupun kecenderungan bermain kotor yang kami lakukan. Keseluruhan fondasi organisasi kami, yang menarik benang merah dari Partai Bolshevik dan Internasional kami, dibangun di atas metode dan tradisi berorganisasi yang baik, yang menjauhi intrik, gosip & rumor, perkoncoan, serangan personal, pembunuhan karakter, dsb. Tidak akan ada organisasi yang dapat bertahan bila tidak dibangun di atas gagasan, program, metode dan tradisi yang tepat.

10 November, 2020

Komite Eksekutif Perhimpunan Sosialis Revolusioner