facebooklogocolour

Logo PSRSelama sepuluh tahun semenjak website militanindonesia.org pertama kali diluncurkan, kami menyatakan bahwa kami berdiri mempertahankan ide-ide Marxisme Revolusioner. Dengan kerja keras kami mengumpulkan kekuatan untuk membangun organisasi revolusioner di Indonesia. Berbekal ide-ide Marx, Engels, Lenin dan Trotsky kami melawan ide-ide asing dalam gerakan buruh serta melawan pesimisme dari Kiri mengenai prospek membangun sebuah organisasi revolusioner untuk menumbangkan kapitalisme dan membawa sosialisme.

Pekerjaan awal kami dimulai dengan mengklarifikasi gagasan Marxisme sejati. Di tengah-tengah menjamurnya aktivisme dalam gerakan, pekerjaan teori sering kali diabaikan atas nama “praktek”, Perkembangan Marxisme ditinggalkan di tangan kaum intelektual liberal, seperti Indoprogress, yang sama sekali tidak memiliki perspektif membangun organisasi untuk menumbangkan kapitalisme. Sebagai konsekuensinya, Marxisme yang menjamur di Indonesia adalah Marxisme Liberal yang telah dikebiri dari esensi revolusionernya. Marxisme Liberal terbukti bangkrut ketika dihadapkan pada manifestasi politik yang berkembang, seperti baru-baru ini ketika mereka lagi dan lagi menemukan diri mereka mendukung rejim Jokowi. Sementara super-aktivisme, yang kendati menarik banyak muda-mudi, seperti membenturkan kepalanya di dinding tembok.

Kritik yang biasa disematkan pada kami adalah kami hanya berkutat dengan teori. Sepanjang sejarah, masalah teori versus praktik selalu jadi polemik dalam gerakan. Kritik semacam ini sudah jadi bagian tak terpisahkan dari Marxisme, semenjak Karl Marx memarahi Weitling -- sang pemuja praktik yang meremehkan pentingnya teori -- bahwa "ketidaktahuan tidak pernah menolong siapapun."

Teori Marxisme merupakan generalisasi dari pengalaman (praktik) kelas proletariat untuk pembebasannya. Barang siapa yang menolak teori, sama saja menolak pengalaman kelas proletariat. Teori adalah panduan kita bertindak. Teori yang keliru niscaya menciptakan bencana dalam praktik. Mengapa gerakan tidak berhasil adalah pengabaian pada hal fundamental ini. Tidak ada gerakan revolusioner, tanpa teori revolusioner.

Kapitalisme telah memasuki jalan buntu. Manusia diseret ke dalam parit-parit perang dan kesengsaraan. Alih-alih memberikan kemakmuran, sistem ini menghasilkan stagnasi upah, kemiskinan, kesenjangan sosial, terorisme, krisis dan perang. Krisis kapitalisme telah membawa polarisasi ke kiri dan ke kanan. Krisis ini menarik jutaan pekerja dan kaum muda ke jalanan. Arab Spring, Revolusi Sudan, dan gerakan di Hong Kong memperkuat pertanyaan ini. Ini bukan waktunya berdebat mengenai bagaimana gerakan ini bergulir. Selama tidak ada kepemimpinan revolusioner, gerakan ini akan menguap begitu saja. Tugas membangun partai sosialis revolusioner yang mampu memimpin kelas pekerja ke perebutan kekuasaan semakin mendesak hari ini.

Di Indonesia tidak ada partai yang mengemban tugas seperti ini. Sebagian besar kelas pekerja masih mendukung partai-partai kapitalis. Pemimpin-pemimpin serikat buruh kondisinya juga tidak lebih baik. Dalam kata-kata mereka menyerukan pembentukan partai buruh, namun dalam tindakan mereka menganjurkan untuk memilih para politisi-politisi kapitalis. Ini bukan hal yang aneh. Mereka takut membentuk partai buruh mereka sendiri karena ini akan menambah kesulitan mereka. Pembentukan partai massa buruh independen yang berbasiskan serikat-serikat buruh harus menjadi langkah awal kaum buruh untuk memisahkan diri dari partai-partai kapitalis. Seiring menajamnya perjuangan kelas, kelas buruh Indonesia akan segera memahami perjuangan pembentukan partai massa buruh adalah hal yang sangat penting.

Namun, organisasi sosialis revolusioner tidak harus menunggu dibentuknya partai massa buruh. Organisasi ini harus dibangun sedini mungkin untuk menyatukan bunga-bunga terbaik kelas pekerja dan menunjukkan bagaimana kaum buruh harus mengorganisir dirinya sebagai kelas untuk menggunakan kekuasaan politik untuk menggulingkan kapitalisme. Bila kelas kapitalis dan pemimpin reformis serikat buruh menentang upaya mendirikan partai massa buruh, organisasi sosialis revolusioner akan melawan mereka. Bila partai massa buruh ini dibentuk dan dipimpin oleh kaum reformis, maka organisasi sosialis revolusioner akan berjuang untuk kepemimpinan yang paling maju dan militan. Organisasi ini akan memerangi ide-ide asing dalam gerakan buruh untuk memperkuat, memperjelas serta menyediakan senjata yang paling efektif dalam perjuangan, untuk memimpin kelas buruh pada perebutan kekuasaan. Singkatnya organisasi ini diperlukan untuk memenangkan kelas pekerja ke sosialisme. Sosialisme tidak bisa datang secara otomatis. Perjuangan untuk memenangkan revolusi bukanlah permainan, tapi perjuangan yang paling serius dalam sejarah. Sebuah organisasi yang bertujuan untuk memimpin pertarungan ini harus dibangun sesuai dengan itu. Tanpa organisasi sosialis revolusioner yang terorganisir, disiplin dan sadar, kemenangan sosialisme tidak mungkin terjadi.   

Kami akan terus berjuang untuk ide-ide sosialis revolusioner, sebuah ide yang dipertahankan oleh Marx, Engels, Lenin dan Trotsky. Kami memahami bahwa untuk membawa ide-ide ini ke lapisan luas rakyat pekerja kita membutuhkan sebuah organisasi sosialis revolusioner. Perubahan nama Militan Indonesia ke Perhimpunan Sosialis Revolusioner adalah bagian dari tujuan ini.

Ada banyak organisasi-organisasi Sosialis atau Kiri di Indonesia. Mungkin ini akan menciptakan kebingungan. Bagaimana bisa membedakan organisasi mana yang tepat bagi seseorang yang ingin berjuang untuk sosialisme?

Tidak terlalu sulit untuk menjawab ini. Bila seorang buruh menganggap sebuah alat itu berguna dan perlu, ini tidak lantas membuat dia kecewa dan putus asa karena banyak alat yang ditawarkan kepadanya. Buruh tersebut akan membaca pernyataan dan penjelasan masing-masing pihak tentang apa yang dilakukannya. Serta buruh akan menguji dari  pengalaman mana organisasi dengan ide yang benar-benar melayani tujuan ini. Sama halnya dengan politik, untuk menilai pihak-pihak yang berbeda adalah perlu memeriksa kata-kata dan perbuatan.  Atas dasar itu pula mudah untuk menyimpulkan mana organisasi terbaik untuk melayani kepentingan sosialisme.

Untuk itu kami mengajak kaum buruh dan kaum muda untuk mengikuti, membaca dan memeriksa dengan saksama ulasan-ulasan di website kami. Bila Anda menarik kesimpulan yang sama dan setuju dengan apa yang kami perjuangkan, bergabunglah bersama kami di Perhimpunan Sosialis Revolusioner!