facebooklogocolour

150 Tahun Manifesto Komunis

Marx and EngelsSekilas, tampaknya publikasi ulang dari Manifesto Komunis membutuhkan sebuah penjelasan. Bagaimana seorang dapat membenarkan sebuah edisi baru dari sebuah buku yang ditulis hampir 150 tahun yang lalu? Akan tetapi, pada kenyataannya Manifesto Komunis adalah buku yang paling modern.

Marxisme Mereka dan Marxisme Kami (Penutup Kritik Masalah Pemilu 2014)

marx engelsKetika ketidakstabilan dan kebimbangan ideologi adalah fitur utama dalam gerakan, maka perjuangan ideologi ini harus dilakukan dengan tanpa belas kasihan. Semua harus dilucuti dengan tegas. Garis demarkasi yang jelas harus ditarik antara Marxisme kami dan Marxisme mereka, yang tidak lain adalah liberalisme (serta semua turunan mereka).

Revolusi Oktober dan Relevansinya

October Revolution 1917Pada tanggal 25 Oktober 1917, kelas buruh Rusia merebut kekuasaan ke tangannya sendiri dan menghapus kapitalisme. Dengan aksinya ini, mereka memulai langkah pertama menuju sosialisme. Peristiwa ini dikenal sebagai Revolusi Oktober. Tidak bisa dipungkiri kalau ini adalah peristiwa terbesar di dalam sejarah umat manusia. Sejarah seluruh dunia sungguh berubah pada hari itu.

Revolusi dan Perempuan

Woman and Class StruggleBagi kaum Marxis, akar masalah dari segala bentuk penindasan terdiri dalam pembagian masyarakat ke dalam kelas. Tapi penindasan dapat mengambil banyak bentuk. Di samping penindasan kelas, kita menemukan penindasan satu bangsa di atas yang lain, penindasan rasial, dan penindasan terhadap perempuan. 

Polemik Lenin vs Kautsky dan Revolusi Oktober (Pengantar untuk Edisi Bahasa Indonesia “Revolusi Proletariat dan Kautsky si Pengkhianat”)

Lenin and KautskyDengan pengantar ini kami persembahkan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia karya polemik Lenin terhadap Kautsky, yang diberi oleh Lenin satu judul yang teramat tajam: “Revolusi Proletariat dan Kautsky si Pengkhianat”. Mungkin banyak pembaca yang akan bertanya: apa gunanya membaca karya yang sudah 96 tahun tuanya selain hanya untuk memenuhi rasa ingin tahu historis atau kepentingan akademis? Namun sesungguhnya karya ini masihlah relevan sampai hari ini untuk perjuangan revolusioner. Di dalamnya termaktub pelajaran-pelajaran yang teramat berharga. Lenin menulis karya ini bukan untuk kepentingan akademis atau intelektual semata, tetapi untuk mempersenjatai kaum buruh secara ideologis, dan begitu juga penerjemahan karya ini yang ditujukan untuk para pejuang revolusioner hari ini di bumi Indonesia. 

150 Tahun Setelah Internasionale Pertama Didirikan: Kelas Pekerja Membutuhkan Sebuah Internasionale yang Revolusioner

1st-int-anniversaryPada 28 September1864, delegasi-delegasi dari berbagai negeri berkumpul di Balai St. Martin di London. Inilah upaya yang paling serius untuk mempersatukan lapisan-lapisan kelas pekerja yang paling maju dalam suatu skala internasional. Pertemuan itu dilakukan sebagai suatu konsekuensi dari solidaritas internasional dalam menanggapi perlawanan Polandia pada 1863. 

Pilkada atau Soviet?

ruupilkadaKita harus mengkaji masalah pilkada ini dari kepentingan kelas-kelas yang ada. Segala sesuatunya harus diperiksa dari sudut pandang kelas kalau kita tidak ingin terombang-ambing, dari apa itu demokrasi sampai kelas mana yang bisa diandalkan untuk membela demokrasi.

Marxisme dan Anarkisme

marx-bakuninKaum borjuis dan para pendukungnya ingin membingungkan kaum buruh dan pemuda dengan mencoba menyamakan komunisme dengan rezim Stalinis Rusia yang birokratis dan totaliter. “Kalian ingin Komunisme? Ini! Itulah Komunisme! Tembok Berlin itu Komunisme! Hungaria 1956 adalah Komunisme! Gulag-gulag Soviet adalah Komunisme!” Sayangnya, kaum anarkis juga menggaungkan argumen-argumen macam ini.

Apa Itu Partai Buruh? (Bagian 1. Dari Ekonomi ke Politik, Dari Serikat ke Partai)

buruh2Partai politik adalah salah satu langkah terpenting dalam perkembangan kesadaran buruh. Kalau serikat buruh membangunkan naluri kelas buruh, maka partai buruh mempertajam naluri tersebut dan mengubahnya menjadi sebuah kehendak yang sadar, yang terekspresikan lewat program politik partai.

Apa ada Bahaya Fasisme di Indonesia?

prabowo kudaBerdasarkan pemaparan teoritik di atas mengenai bagaimana fasisme muncul dan berkembang, Militan dengan tegas akan mengatakan bahwa pada periode ke depan ini tidak ada bahaya fasisme di Indonesia ataupun bahaya kembalinya Orde Baru (rejim kediktatoran militer, periode reaksi gelap). Analisa ini keliru, dan justru kebijakan yang dicapai dari kekeliruan ini – yakni mendukung Jokowi dan “status quo demokrasi” – akan membuka jalan ke fasisme.