facebooklogocolour

Mesir: SCAF dan Ikhwanul Muslimin – Dua Sisi Reaksi

Dalam perjuangan ini, kepercayaan terhadap sayap borjuasi -- baik para jenderal-jenderal militer maupun Morsi dan IM -- akan berakibat fatal terhadap revolusi. Mereka mewakili dua sisi borjuasi yang sama-sama reaksioner dan kontra-revolusioner Kepentingan massa Mesir juga tidak bergantung pada apa-yang-disebut sebagai “borjuasi liberal”, yang sepenuhnya impoten. Semua kekuatan ini pada analisa akhir akan menemui kesepakatan bersama untuk menindas perjuangan revolusioner rakyat pekerja dan pemuda Mesir.

Tunisia: Brahmi Dibunuh – Balaskan Kematiannya, Tuntaskan Revolusi

Strategi revolusioner yang diperlukan di Tunisia hari ini adalah strategi yang menggabungkan tuntutan demokratis, sosial, dan ekonomi serta menghubungkan pemenuhan-pemenuhan tuntutan demikian dengan perebutan kekuasaan oleh kelas pekerja dan melalui komite-komite revolusioner demokratis.

Mesir - Preseden Berbahaya bagi Borjuasi

Mereka terus menerus merengek dengan keras bahwa Morsi “dipilih secara demokratis” – “sama seperti kami”. Dan bilamana Morsi “yang dipilih secara demokartis” bisa disapu oleh arus deras revolusi, bisakah hal yang sama juga terjadi disini? Hal demikian telah mengakibatkan kaum borjuasi tidak bisa tidur nyenyak, tidak hanya di Riyadh dan di Lisbon, namun juga di Paris, London, bahkan juga Washington.

Spontanitas Revolusioner dan Kesiapan Organisasi dalam Revolusi Mesir – Sebuah Balasan Untuk Muhammad Rhida

Revolusi bukanlah drama satu babak dengan naskah yang sudah jadi dan tinggal dibacakan dengan suara yang lantang. Mereka-mereka yang mengharapkan sebuah revolusi yang ideal dan murni pada akhirnya hanya akan menemukan kekecewaan. Revolusi Mesir adalah satu contoh dari sekian banyak yang menunjukkan sebuah proses revolusi yang dialektis, yang tidaklah bergerak dalam garis lurus dan sesuai dengan skema kaku dari pikiran seseorang.

Revolusi Mesir Kedua – Pernyataan Tendensi Marxis Revolusioner (IMT)

Morsi telah jatuh. Gerakan luar biasa dari massa sekali lagi telah menunjukkan wajah asli rakyat Mesir ke seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa Revolusi, yang bahkan banyak di antara kaum Kiri beranggapan bahwa revolusi sudah tidak ada lagi, ternyata masih memiliki cadangan-cadangan sosial yang sangat besar.

Benarkah Ada Kudeta Militer di Mesir?

“Militer Mesir Menumbangkan Morsi” begitu tajuk utama BBC ketika Morsi jatuh. “Presiden Mersi Ditumbangkan di dalam sebuah Kudeta,” lapor CBC. The Guardian menulis, “Militer Mesir Menyingkirkan Presiden Mohamed Morsi”. Dengan berita bertubi-tubi dari media ini tiba-tiba sejumlah Kiri menjadi khawatir dan ikut-ikutan latah: “Bahaya kudeta militer, bahaya kudeta militer!” Tetapi benarkah ada kudeta militer di Mesir?

Mesir: Jutaan Massa Membanjiri Jalan Menandai Akhir dari Rezim Morsi

Massa hanya bisa mempercayai kekuatan mereka sendiri. Pihak yang bisa menyelesaikan dan memenuhi kebutuhan kelas pekerja dan kaum miskin kota di Mesir bukanlah para petinggi Militer, bukan para Ikhwanul Muslimin, dan bukan para borjuis, karena mereka hanya mewakili sistem kapitalis yang sama parahnya. Hanya dengan merebut kekuasaan di tangan kita dan melepaskannya dari belenggu masyarakat Kapitalis maka potensi-potensi sejati masyarakat Mesir bisa dicapai.

Pemilu Mesir: Marxisme atau Oportunisme

Pada Pemilihan Presiden Mesir Putaran Kedua, kaum revolusioner dihadapkan oleh pilihan penting: Mendukung atau tidak mendukung kandidat Ikhwanul Muslimim untuk mencegah kembalinya rejim Mubarak? Pada akhirnya, ini adalah pilihan antara Marxisme atau Oportunisme. Alan Woods, teoritis IMT, mengupas masalah ini.

Kebangkitan Revolusioner di Nigeria

Sejarah terjadi hari ini, 9 Januari 2012, ketika orang-orang Lagos dalam jumlah ribuan mendengarkan panggilan Organisasi Buruh dan Masyarakat Sipil untuk memulai suatu pemogokan/protes massa di seluruh negeri untuk mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap kenaikan harga minyak yang diumumkan oleh pemerintah pimpinan Goodluck Jonathan pada tanggal 1 Januari.