facebooklogocolour

Misbach Si Haji Merah

haji misbach pergulatan seorang islam komunisSeringkali agama yang dianut seseorang menghambat dirinya untuk memahami kenyataan penghisapan, penindasan, dan kesewenang-wenangan. Melalui para penafsir resminya, agama menjelaskan kenyataan pahit tersebut entah sebagai takdir ilahi, hukuman atas dosa, atau ujian terhadap iman.  Agama adalah keluh-kesah makhluk yang tertindas, hati dari sebuah dunia yang tak berhati, dan jiwa dari kondisi-kondisi yang tak berjiwa. Ia adalah pelipur lara bagi rakyat.

Pengantar Program Transisional Edisi Bahasa Indonesia (Internasional Keempat dan Program Transisional)

program transisionalProgram Transisional Untuk Revolusi Sosialis adalah sebuah dokumen perspektif politik yang ditulis oleh Leon Trotsky untuk Kongres Pembentukan Internasionale Keempat pada tahun 1938. Depresi Hebat 1929, kebangkitan Hitler tahun 1933, cekaman Perang Dunia baru yang kemudian pecah tahun 1939, Perang Sipil Spanyol, inilah periode yang dimasuki oleh masyarakat kita ketika Leon Trotsky menggagaskan dan mempersiapkan sebuah Internasionale yang baru dengan tugas sejarah “menumbangkan kapitalisme, bukan mengubahnya ... dan penaklukkan kekuasaan oleh kelas proletariaguna menyita hak kepemilikan kelas borjuis.”

Koran Revolusioner – Lembaran Kertas untuk Revolusi

koran revolusionerKeberadaan koran sangatlah penting bagi kaum revolusioner yang ingin mewujudkan revolusi Sosialis. Dan, tentu, koran milik kaum revolusioner bukanlah lembaran-lembaran kertas yang bertuliskan bualan-bulan; bukan pula lembaran-lembaran yang dihiasi gambar-gambar produk untuk dipasarkan; bukan lembaran-lembaran yang sesak dengan berita para selebriti – yang sedang bermasalah, sedang jalan-jalan, sedang memburu makanan, sedang menikah; cerai, jatuh cinta, beli mobil mewah, dll. Koran revolusioner adalah lembaran-lembaran kertas yang bertuliskan panduan bagaimana mewujudkan revolusi.

Apa itu Stalinisme?

revolusi yang dikhianatiBerikut ini adalah saduran dari bab V dari buku “Revolusi yang Dikhianati” karangan Leon Trotsky tahun 1936. Kebangkitan Stalinisme dari Revolusi Oktober terus menjadi momok bagi sosialisme. Di satu pihak, kelas borjuasi terus menggunakan hantu Stalinisme untuk mendiskreditkan Marxisme. Di lain pihak, kaum revolusioner terus kebingungan dalam menjelaskan bagaimana Stalinisme bisa muncul. Karya Leon Trotsky yang bersejarah ini tetap merupakan satu-satunya analisa revolusioner mengenai sebab-musabab degenerasi Revolusi Oktober. Ditulis oleh pemimpin dan pembela Revolusi Oktober, karyanya ini memberikan senjata bagi kaum revolusioner untuk menghancurkan fitnah kaum borjuasi dan bagaimana  melawan kekuatan kontra-revolusioner yang kerap menghantui setiap revolusi buruh.

Mengenal Dasar-dasar Filsafat Marxisme: Bagian I. Materialisme Dialektis

Secara historis, filsafat marxisme adalah filsafat perjuangan kelas buruh untuk menumbangkan kapitalisme dan membawa sosialisme. Sejak filsafat ini dirumuskan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels semenjak tahun 1840an dan terus berkembang, filsafat ini telah mendominasi perjuangan buruh secara langsung maupun tidak langsung. Kendati usaha-usaha para akademisi borjuis untuk menghapus ataupun menelikung Marxisme, filsafat ini terus hadir di dalam sendi-sendi perjuangan kelas buruh.

Prospek Revolusi Sosialis di Negeri Terbelakang

Artikel ini disadur dari bab IV buku “Hasil dan Prospek” (Prospek Kediktaturan Buruh) yang ditulis oleh Leon Trotsky pada tahun 1906.  Dalam artikel ini, Trotsky memprediksi bahwa kaum buruh Rusia, sebuah negara terbelakang, akan merebut kekuasaan dan melaksanakan revolusi sosialis. Sebelas tahun kemudian, prognosisnya terbukti di dalam Revolusi Oktober 1917 dimana kaum buruh Rusia memimpin revolusi sosialis  yang mengubah tatanan politik dunia pada abad ke-20. Kaum buruh Indonesia kini dihadapkan pada tugas yang sama, dan perdebatan yang serupa juga terjadi di dalam gerakan Indonesia: apa prospek revolusi sosialis di Indonesia? Rusia bukan Indonesia, dan Indonesia bukan Rusia, tetapi kami berharap bahwa prognosis Trotsky ini dapat membantu kaum revolusioner Indonesia menemukan jawaban dari pertanyaan di atas.

Sejarah Revolusi Rusia. Bagian 3. Arti Slogan “All Power to the Soviets”

all power to the sovietsRevolusi Februari 1917 – yang telah berhasil menggulingkan rezim Tsar tua – tidak mampu menuntaskan salah satu tugas dari revolusi nasional-demokratik: reformasi tanah, membangun republik demokratis dan masalah kebangsaan. Revolusi ini bahkan tidak mampu memenuhi kebutuhan yang paling dasar dari massa – mengakhiri pembantaian imperialis dan memberi kesimpulan yang jelas mengenai perdamaian demokratis. Singkatnya, rezim Kerensky, dalam perjalanannya yang telah berlangsung sembilan bulan terbukti tidak mampu memenuhi kebutuhan yang paling dasar rakyat Rusia. Ini adalah fakta, dan hanya inilah memungkinkan Bolshevik mengambil alih kekuasaan dengan dukungan mayoritas rakyat yang paling menentukan.

Sejarah Revolusi Rusia. Bagian 2. Kemenangan Bolshevisme

15b 5 1 09 044Upaya untuk mendiskreditkan Revolusi Oktober tidak pernah berhenti. Bahkan tidak ada sejengkalpun ruang kosong sebagai tempat untuk pemberhentian sejenak dari usaha pemalsuan catatan sejarah revolusi yang besar ini. Para penulis Barat, untuk meyakinkan publik dunia, telah membuat serangkaian catatan-catatan palsu mengenai Revolusi Oktober, membuat deskripsi yang memojokkan dan tidak faktual, yang mengatakan bahwa Revolusi Oktober tidak lebih dari sekedar kudeta – yaitu pengambil alihan kekuasaan oleh Partai Bolshevik dengan menggunakan metode persekongkolan.

Sejarah Revolusi Rusia: Bagian I. Capaian Besar Revolusi Oktober

Armed soldiers carry a banner reading Communism Moscow Russia October 1917RESIZERevolusi Oktober 1917 merupakan peristiwa besar yang masih menempati garis depan dalam sejarah perubahan. Sampai sekarang, gaung revolusi ini masihlah mempengaruhi jalannya sejarah perjuangan kelas. Di Amerika Latin, Chavez, pemimpin Revolusi Bolivarian, dengan tegas mengutip Lenin dan Trotsky, dan menyerukan pembentukan Internasionale Kelima, sebagai penerus dari Internasionale Keempat (Trosky) dan Internasionale Ketiga yang merupakan hasil dari Revolusi Oktober. Kami sajikan tulisan dari kawan Jesus S Anam mengenai sejarah Revolusi Rusia, dengan bagian pertama yang mengupas pencapaian besar Revolusi Oktober.

Sejarah Perkembangan Kapitalisme Indonesia

Sejarah Indonesia dan perubahan-perubahan sosial di dalamnya tidak dapat dipahami sepenuhnya tanpa melihat ke dalam perubahan-perubahan ekonomi yang telah dilaluinya di setiap tahapan. Sejarah Indonesia adalah satu sejarah yang terhubungkan secara dekat dengan perkembangan kapitalisme semenjak kelahirannya di abad ke-16. Oleh karena itu, untuk memahami kapitalisme di Indonesia sekarang ini, kita harus kembali sejauh jaman kolonial Belanda. Secara umum, kita dapat membagi tahapan sejarah Indonesia seperti berikut: koloni Belanda (1600-1945), perjuangan kemerdekaan (1945-1949), Orde Lama (1949-1965), Orde Baru (1965-1998), dan Reformasi 1998 dan sesudahnya (1998-sekarang)